Legenda Timnas Italia dan AC Milan, Franco Baresi, meninggal dunia di usia 66 tahun. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Milan Italia
Franco Baresi merupakan bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 dan runner-up 1994.
Duka menyelimuti dunia sepak bola Italia setelah legenda AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada usia 66 tahun. Kabar tersebut diumumkan oleh media sosial resmi AC Milan pada Jumat (31/7/2026), sekaligus mengenang perjalanan hidup salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Dalam pernyataannya, pihak AC Milan menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas sosok yang menjadi simbol klub selama puluhan tahun.
"Seluruh sejarah AC Milan menangis atas kepergian Franco Baresi. Keteladanan dan integritasnya akan selamanya tertanam dalam DNA klub, sebagaimana nomor punggung 6 miliknya yang ikonik," demikian pernyataan tertulis AC Milan melalui akun resmi mereka di media sosial X.
Kepergian Baresi terjadi sekitar setahun setelah ia menjalani operasi untuk mengangkat nodul di paru-paru. Saat itu, pihak klub mengungkapkan bahwa Baresi menjalani masa pemulihan di bawah pengawasan dokter spesialis kanker.
Meski sempat menjalani perawatan, Baresi masih aktif menghadiri berbagai acara penting. Pada Februari lalu, ia menjadi salah satu pembawa obor dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina, tampil bersama mantan bek Inter Milan dan Timnas Italia, Giuseppe Bergomi, yang selama bertahun-tahun menjadi rivalnya di lapangan.
Franco Baresi merupakan ikon sejati AC Milan. Sepanjang karier profesionalnya yang berlangsung selama 20 tahun, ia hanya membela satu klub, yakni AC Milan. Bersama Rossoneri, ia mempersembahkan enam gelar Serie A serta tiga trofi kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Ia juga dipercaya menjadi kapten tim selama 15 musim sebelum memutuskan pensiun pada 1997.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, AC Milan memensiunkan nomor punggung 6 miliknya. Baresi menjadi pemain pertama dalam sejarah klub yang memperoleh penghargaan istimewa tersebut.
Juara Piala Dunia 1982
Pada level internasional, Baresi merupakan bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Meski saat itu belum menjadi pemain utama, ia ikut mengangkat trofi dunia di Spanyol. Puncak kiprahnya bersama Gli Azzurri terjadi pada Piala Dunia 1994 ketika ia menjabat sebagai kapten tim dan membawa Italia melaju hingga final.
Final melawan Brasil dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, Italia harus mengakui keunggulan Brasil melalui adu penalti. Baresi menjadi salah satu pemain yang gagal mengeksekusi penalti, namun perjuangannya tetap dikenang karena ia mampu bermain penuh hanya 25 hari setelah menjalani operasi lutut.
Kesetiaan Baresi kepada AC Milan juga menjadi bagian penting dari warisannya. Saat klub terdegradasi ke Serie B pada awal 1980-an akibat skandal dan hasil kompetisi, ia memilih bertahan. Baresi membantu Milan promosi kembali ke Serie A pada dua kesempatan berbeda dan kemudian menjadi fondasi kebangkitan klub hingga kembali mendominasi sepak bola Italia dan Eropa.
Sepanjang karier internasionalnya, Baresi mencatatkan 81 penampilan bersama Timnas Italia. Ia dikenal sebagai pemimpin lini belakang yang memiliki kecerdasan membaca permainan luar biasa. Di masa ketika banyak bek mengandalkan kekuatan fisik, Baresi tampil berbeda dengan kemampuan mengatur organisasi pertahanan, melakukan intersep, serta memulai serangan dari lini belakang.
Bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, dan Mauro Tassotti, ia membentuk salah satu lini pertahanan terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Kuartet tersebut menjadi kunci keberhasilan AC Milan menerapkan garis pertahanan tinggi dan jebakan off-side yang sangat efektif.
Tampil di bawah asuhan pelatih Fabio Capello, pertahanan tangguh yang dipimpin Baresi membawa AC Milan mencatat rekor tidak terkalahkan dalam 58 pertandingan Serie A. Prestasi luar biasa itu membuat tim dijuluki "Gli Invincibili" atau "The Invincibles", salah satu era paling gemilang dalam sejarah klub.
Kepergian Franco Baresi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar AC Milan, sepak bola Italia, dan para pencinta olahraga di seluruh dunia. Ia tidak hanya dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, tetapi juga sebagai simbol loyalitas, kepemimpinan, dan profesionalisme yang menjadi teladan lintas generasi.