TVRINews - Zurich, Swiss

Ada tiga maskot yang akan mewarnai Piala Dunia 2026, masing-masing bernama Maple, Zayu, dan Clutch. Mari berkenalan dengan mereka.

Melanjutkan tradisi yang sudah berjalan 60 tahun, Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada juga menghadirkan maskot-maskot yang mewakili semangat negara-negara tuan rumah. 

Maskot-maskot ini bukan sekadar simbol, melainkan juga merupakan representasi dari budaya, nilai, dan karakteristik unik setiap negara yang terlibat dalam turnamen yang akan berlangsung pada 11 Juni-19 Juli mendatang. 

Ada tiga maskot yang akan mewarnai Piala Dunia 2026, masing-masing bernama Maple, Zayu, dan Clutch. Mau berkenalan dengan mereka? Untuk itu, simak makna dari tiap maskot yang akan menjadi wajah dari perhelatan sepak bola terbesar di dunia tersebut, dikutip dari FIFA.com.

1. Maple the Moose - Maskot Kanada

Maple adalah seorang penjaga gawang yang mengenakan nomor 1, sebagai penghormatan kepada Dayne St. Clair (2022) dan Tino Lettieri (1986) dari dua penampilan pertama Kanada di Piala Dunia, keduanya mengenakan nomor tersebut dan bermain di posisi itu. Maple adalah rusa besar, yang populasinya paling banyak di Kanada. Nama "Maple" juga terinspirasi dari daun maple, yang merupakan simbol nasional negara tersebut.

Kanada adalah sebuah negara yang terkenal dengan keindahan alamnya dan semangat inklusif warganya. Dengan kepribadian yang penuh gairah, Maple dilahirkan untuk berkelana, mengelilingi tiap provinsi dan wilayah Kanada, dan terkoneksi dengan masyarakat serta melambangkan kekayaan budaya Kanada. 

Maple juga digambarkan sebagai seorang seniman yang menyukai gaya jalanan, penggemar musik, dan juga seorang penjaga gawang yang sangat tangguh. Dalam dunia sepak bola, Maple menunjukkan ketangguhan dan ketahanan, baik di dalam maupun di luar lapangan. 

2. Zayu the Jaguar - Maskot Meksiko

Jaguar adalah hewan ikonik dalam budaya Meksiko, yang ditemukan di seluruh negeri itu. Zayu sendiri merupakan seorang striker yang mengenakan nomor punggung 9, mengingatkan kepada pemain-pemain seperti Hugo Sanchez, Jared Borgetti, dan Enrique Borja. 

Peradaban kuno Meksiko, seperti peradaban Maya, memberikan makna tambahan pada jaguar, menghubungkannya dengan dunia bawah dan melambangkan kekuatan dan keberanian.

Zayu the Jaguar adalah maskot Meksiko yang mencerminkan warisan kekayaan budaya Meksiko dan semangat hidup yang penuh gairah. Nama Zayu terinspirasi oleh kekuatan, kesatuan, dan kegembiraan, yang sejalan dengan karakteristik bangsa Meksiko. 

Sebagai striker, Zayu digambarkan memiliki kelincahan dan kecerdikan luar biasa, yang bisa membuat para bek lawan merasa terintimidasi. Selain sebagai pemain sepak bola yang berbakat, Zayu juga melambangkan budaya Meksiko melalui tarian, makanan, dan tradisi. 

3. Clutch the Bald Eagle - Maskot Amerika Serikat

Elang botak adalah burung nasional Amerika Serikat, menjadikannya hewan yang tepat untuk mewakili negara tersebut. Clutch digambarkan sebagai gelandang yang mengenakan nomor punggung ikonik 10, yang telah dikenakan di Piala Dunia baru-baru ini oleh bintang-bintang AS seperti Christian Pulisic dan Landon Donovan.

Sebagai elang botak, Clutch mengemban tugas untuk menavigasi seluruh penjuru negeri, merayakan tiap budaya, permainan, dan momen dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas. 

Clutch digambarkan sebagai pemain sepak bola yang tak kenal takut di lapangan, dan juga seorang pemimpin yang mampu mengangkat semangat rekan-rekannya dan mengubah setiap tantangan menjadi peluang untuk bangkit lebih tinggi. 

Seperti seorang gelandang sejati, Clutch menyatukan orang-orang di mana pun ia berada. Ia adalah simbol dari semangat kebersamaan, passion, dan permainan yang lebih besar dari sekadar sepak bola.