Raul Jimenez, akan tampil di Piala Dunia 2026 dengan motivasi tambahan membanggakan almarhum ayah dan para pendukung Meksiko. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Mexico City, Meksiko
Raul Jimenez mempunyai motivasi besar di Piala Dunia 2026.
Pada 21 Maret lalu, Raul Jimenez mencetak gol untuk Fulham yang membantu kemenangan atas Burnley di Premier League. Setelah gol, ia berlutut, mengangkat kedua tangan, mengarahkan dua telunjuknya ke langit, dan menutup mata seperti berdoa.
Itulah gol pertama sang striker setelah meninggalnya ayahnya, Raul Jimenez Vega, sepekan sebelumnya. Raul Jimenez terlihat menyapu air matanya setelah laga berakhir.
"Gol sungguh sangat bermakna karena orang yang membesarkanmu, mencintaimu, juga salah satu yang pertama yang menepati janji mereka saat kamu tidak tampil bagus.
"Dalam hal ini, ayah saya. Ia selalu mendukung saya. Ia senantiasa merupakan bagian sangat penting dalam karier saya, dan saya sangat menghargainya karena ia dan seluruh keluarga mendukung saya. Tak masalah apa yang saya butuhkan atau ke mana saya harus pergi bertanding, mereka selalu bersama saya. Hal itu memeberikan motivasi ekstra," tutur penyerang bernama lengkap Raul Alonso Jimenez Rodriguez itu seperti dikutip dari Goal.
Sejak kepergian sang ayah, Raul Jimenez merasakan motivasi yang berbeda tersebut. Kenangan akan dukungan moral pria yang menyertai sepanjang hidupnya akan menyertai laga dan gol Jimenez. Sang penyerang berniat tetap memberikan kebanggaan buat ayah meski tidak lagi hadir secara fisik.
"Ia akan sungguh bangga. Ia akan merasa bangga untuk apa yang akan saya capai dengan tim nasional di Piala Dunia," begitu tekad Jimenez.
Menuju Piala Dunia 2026, Raul Jimenez sebenarnya sudah menggoreskan beberapa hal dalam Timnas Meksiko. Ia sudah tercatat di 10 besar pemain dengan penampilan terbanyak di timnas, 123 kali, yang bisa menjadi 8 besar usai turnamen pada musim panas nanti. Dengan 44 gol, Jimenez menjadi pemain ketiga tersubur. Koleksinya hanya terpaut 8 gol dari Javier Hernandez dan 2 gol dari Jared Borgetti.
Jimenez telah memberikan medali emas Olimpiade untuk Meksiko. Ia juga sudah meraih banyak penghargaan di Concacaf.
Pencapaian itu tidak mulus buat sang striker. Raul Jimenez sudah beberapa melewati fase naik turun dalam kariernya. Sang penyerang mencuat sebagai bintang muda di Club America. Ia berkesulitan berkibar di Atletico Madrid dan Benfica. Kariernya melejit lagi di Inggris. Namun, ia mesti berjuang melampaui cedera kepala yang mengancam kariernya. Dan, ia berhasil melampauinya untuk bersinar lagi, saat ini bersama Fulham.
"Saya melihat momen-momen itu dengan rasa syukur besar, mengetahui bahwa segalanya terjadi karena sebuah alasan. Saya tahu bahwa semua yang telah saya lalui sangat penting dalam karier saya. Saya takkan mengubah apa pun, yang baik maupun yang buruk. Ingin menjadi gigih dan tangguh, itu selalu membentuk karakter saya, dan saya ingin terus berusaha," katanya.
Jimenez menyebut bahwa dirinya, di usia 34 tahun, tidak berniat mundur. "Saya ingin selalu maju, mencari yang terbaik dari tim dan diri sendiri. Saya ingin membantu tim dengan performa terbaik yang bisa saya tampilkan. Hal terpenting adalah bahwa saya takkan mundur," ucap penyerang kelahiran Tepeji, Hidalgo, Meksiko tersebut.
Demi Suporter Pula
Soal naik turun seiring mendekatnya Piala Dunia, Raul Jimenez akan mencoba sekali lagi, mungkin yang terakhir kali, untuk bisa menorehkan sesuatu yang tinggi. Di tiga Piala Dunia sebelumnya, Jimenez mencatatkan total enam penampilan. Akan tetapi, ia belum mencetak sebiji gol pun. Meski mengenakan kostum nomor 9, nomor keramat untuk striker, Jimenez tidak mendapatkan peran besar dalam El Tri di tiga edisi tersebut. Hal itu bisa berubah dua bulan lagi.
Sejauh ini, Jimenez menorehkan penampilan terbaik berseragam Meksiko pada setahun terakhir. Dari 14 laga, ia sudah mengemas sembilan gol buat Meksiko, termasuk dua gol di semifinal dan final Nations League Concacaf. Satu gol ia persembahkan pula untuk membantu El Tri menjuarai Piala Emas menekuk Amerika Serikat. Jimenez menambah pundi-pundi golnya buat timnas di laga uji coba kontra Korea Selatan dan Paraguai.
Di level klub, ketajaman pemain kelahiran 5 Mei 1991 ini cukup terjaga. Jimenez sudah membukukan 10 gol buat Fulham musim ini.
Wajar bila Raul Jimenez menatap Piala Dunia 2026 nanti dengan lebih optimistis dan berhasrat. Ambisinya besar pada musim panas nanti.
"Kami ingin mengenang Piala Dunia ini bukan hanya karena menjadi tuan rumah, tapi juga sebagai salah satu Piala Dunia terbaik dalam sejarah sepak bola Meksiko. Kami ingin bertarung dan memberikan yang terbaik di setiap laga.
"Apa yang bisa saya katakan? Kami semua ingin menjadi seperti juara Piala Dunia. Saya pikir kami bisa memimpikannya. Namun, untuk mewujudkannya, kami harus berjuang di setiap pertandingan, tak peduli melawan siapa. Kami perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kami siap dan mampu bertarung menghadapi tim-tim terbaik di dunia," ucap eks pemain terbaik Wolverhampton 2019/20 itu.
Motivasi tambahan buat para pemain Meksiko nanti tak lain dari para suporter. Meski turnamen nanti akan menjadi yang ketiga kali Meksiko menjadi tuan rumah, pencapaian terbaik mereka "hanya" perempat final di dua kesempatan tampil di rumah sebelumnya (1970 dan 1986).
Jimenez berniat memberikan kegembiraan buat para pendukung setia Meksiko. Sasarannya tentu bukan hanya mereka yang datang ke stadion. Jutaan rakyat Meksiko yang tidak bisa berada di stadion turut pula memberikan dukungan buat El Tri.
"Saya tahu setiap orang ingin berada dalam stadion, mendukung kami selama 90 menit, 98 menit. Namun, itu tidak selalu mungkin. Tidak masalah bila mereka berada di rumah, restoran, bersama keluarga, di mana pun, saya tahu kami mendapat dukungan terbaik banyak orang di mana pun mereka berada," sebut Jimenez.