Carlos Queiroz, pelatih tim nasional Gana di Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Accra, Gana
Carlos Queiroz sering dicap sebagai pelatih defensif, terutama saat menangani Iran dan Mesir. Namun sebenarnya ia adalah pelatih yang mengutamakan keseimbangan dan kontrol taktik.
Dewan Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Gana (GFA), bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan utama, telah menunjuk Carlos Queiroz sebagai pelatih kepala Timnas Gana pada 13 April 2026.
Mantan pelatih Real Madrid, Manchester United, Portugal, dan Timnas Iran ini ditunjuk untuk memimpin kampanye skuad Black Stars pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli mendatang.
Queiroz, 73 tahun, akan mempersiapkan Gana untuk memainkan laga pertama Grup L melawan Panama pada 17 Juni 2026 di BMO Field di Toronto. Berikutnya, Gana menghadapi Inggris pada 23 Juni 2026 di Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts, dan Kroasia pada 27 Juni 2026 di Lincoln Financial Field di Philadelphia.
Sumber yang dekat dengan GFA mengatakan penunjukan ini disusun sebagai pengaturan jangka pendek hingga Piala Dunia 2026 dan akan dievaluasi kembali setelah turnamen.
“Ini bukan sekadar pekerjaan biasa, ini sebuah misi,” kata Queiroz dalam sebuah pernyataan di situs web GFA. “Saya siap untuk memberikan semua pengalaman dan pengetahuan saya sekali lagi, untuk melayani permainan dan kebahagiaan rakyat Gana,” ia menambahkan.
Pria berpaspor Portugal ini menggantikan pelatih sebelumnya, Otto Addo, yang dipecat pada 30 Maret lalu. Pemecatan Addo hanya beberapa jam setelah kekalahan 1-2 dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman di Stuttgart pada 31 Maret lalu.
Hasil itu merupakan kekalahan keempat berturut-turut bagi Black Stars dalam persiapan praturnamen, setelah kalah dari Jepang (0-2), Korea Selatan (0-1), dan Austria (1-5) di Wina.
Carlos Queiroz Hanya Punya Waktu Singkat
Atto Addo dipecat hanya 72 hari sebelum upacara pembukaan Piala Dunia 2026. Artinya, tidak banyak waktu bagi Carlos Queiroz untuk mengasah tim sebelum turnamen empat tahunan itu dimulai.
Queiroz pun langsung tancap gas membenahi skuad Gana. Dengan waktu persiapan terbatas, ia bertekad membawa Black Stars kembali kompetitif di level tertinggi.
"Saya adalah seorang pemenang. Saya di sini untuk membuat Black Stars kembali menjadi pemenang," kata Queiroz, dikutip dari Graphic.
GFA hanya memberikan kontrak singkat kepada Queiroz. Ia perlu membuktikan diri dengan membawa tim asuhannya berbicara banyak di Piala Dunia 2026 jika ingin mendapat perpanjangan. Ia mengaku siap membangun kembali kekuatan Gana dalam waktu kurang dari dua bulan.
"Ini adalah tantangan besar dalam karier saya. Saya siap dan akan membawa lebih dari 40 tahun pengalaman ke pekerjaan ini. Ambisi saya tinggi, dan saya percaya kami bisa meraih sukses," ujarnya.
Tugas utama Queiroz saat ini adalah mencari pemain yang sesuai dengan rancangan strateginya. Para asisten akan membantu melakukan kajian data untuk mendukung keputusan akhir penetapan skuad.
Tiap pemain dipastikan bakal melalui seleksi ketat untuk menjadi bagian dari tim di Piala Dunia 2026. Nama besar tidak menjamin seseorang otomatis terpilih.
"Kami membutuhkan informasi yang tepat untuk membuat keputusan. Kriteria seleksi sederhana: tidak ada yang memiliki tim nasional. Pemain harus mendapatkannya melalui performa, pengalaman, karakter, dan komitmen," ujar Queiroz.
Skema dan Taktik Queiroz
Melihat lawan yang akan dihadapi di Piala Dunia 2026, publik penasaran dengan rencana yang dipersiapkannya untuk Gana. Queiroz menolak diberi label tertentu, karena yang utama adalah membawa Black Stars menang di setiap laga.
"Saya bukan pelatih defensif atau ofensif. Saya pelatih pemenang. Tantangan saya adalah memenangkan pertandingan berikutnya, lalu berikutnya lagi, karena Gana mengharapkan kemenangan," katanya.
Queiroz dikenal sebagai pelatih yang sangat pragmatis, disiplin secara taktik, dan kuat dalam organisasi pertahanan. Gaya permainan favorit Queiroz umumnya berfokus pada pertahanan yang rapat dan terorganisasi, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, counter attack langsung, disiplin posisi pemain, serta efisiensi dibanding permainan atraktif.
Ia sering dicap sebagai pelatih defensif, terutama saat menangani Iran dan Mesir. Namun sebenarnya Queiroz lebih tepat disebut pelatih yang mengutamakan keseimbangan dan kontrol taktik. Ketika memiliki pemain kreatif berkualitas, ia juga bisa memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola.
Dikutip dari Canal Capital, formasi favoritnya dalam beberapa tahun terakhir disebut lebih condong ke 4-1-4-1 karena memberi keseimbangan antara pertahanan dan serangan.
Dalam sistem 4-1-4-1 miliknya, biasanya ada satu gelandang jangkar yang bertugas melindungi lini belakang sekaligus memulai build-up. Dua lini di depannya bermain cukup kompak untuk mempersempit ruang lawan, lalu menyerang cepat begitu merebut bola.
Biodata
Nama: Carlos Manuel Brito Leal de Queiroz
Kelahiran: Angoche, Portugal, 1 Maret 1953 (73 tahun)
Karier Bermain:
- Ferroviario de Nampula (1968–1974)
Karier sebagai Pelatih:
- Portugal U-20 (1989–1991)
- Portugal (1991–1993)
- Sporting CP (1993–1996)
- NY/NJ MetroStars (1996)
- Nagoya Grampus Eight (1996–1997)
- Uni Emirat Arab (1998–1999)
- Afrika Selatan (2000–2002)
- Manchester United (asisten) (2002–2003)
- Real Madrid (2003–2004)
- Manchester United (asisten) 2004–2008
- Portugal (2008–2010)
- Iran (2011–2019)
- Kolombia (2019–2020)
- Mesir (2021–2022)
- Iran (2022)
- Qatar (2023)
- Oman (2025–2026)
- Gana (2026–sekarang)
Prestasi sebagai Pemain: -
Prestasi sebagai Pelatih:
Manchester United (asisten)
- Premier League (2002/2003), 2006/2007, 2007/2008)
- Liga Champions (2007/2008)
Portugal (Junior)
- Piala Dunia U-20 (1989, 1991)
- Piala Eropa U-16 (1989)
- Peringkat Ketiga Piala Dunia U-17 (1989)
Sporting CP
- Taca de Portugal (1994/1995)
- Runner–up Primeira Divisao (1994/1995)
- Supertaca Candido de Oliveira (1995)
Nagoya Grampus
- Runner-up Piala Winners Asia (1996/1997)
- Runner-up J.League (1996)
- Sanwa Bank Cup (1996)
- Suntory Championship (1997)
Uni Emirat Arab
- Peringkat Ketiga Piala Teluk (1998)
Real Madrid
- Piala Super Spanyol (2003)
- Runner-up Copa del Rey (2003/2004)
Mesir
- Runner-up Piala Afrika (2021)