TVRINews – New York, Amerika Serikat

Kaus tandang Timnas Curacao untuk Piala Dunia 2026 mampu merebut hati penggemar kendati diragukan apakah bakal dikenakan di laga turnamen tersebut.

Sejak seragam Piala Dunia 2026 untuk negara-negara peserta dirilis, para penggemar telah memilih favorit mereka dan mengisi lemari pakaian mereka dengan desain terbaik. 

Dengan jumlah negara peserta yang diperluas menjadi 48 (sebelumnya 32, sejak 1998 sampai 2022), praktis pilihan jersei menjadi lebih banyak pilihan daripada sebelumnya. Salah satu pendatang baru memiliki seragam tandang yang telah terbukti menjadi hit yang tidak terduga.

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada, baru akan digelar mulai Kamis (11/06/2026). Namun, Timnas Curacao sudah berhasil menarik perhatian lewat kaus tandang mereka. 

Curacao, negara di Pulau Karibia dengan penduduk hanya sekitar 155 ribu jiwa dan saat ini berada di peringkat ke-82 dunia yang dirilis FIFA, merupakan tim debutan sekaligus terkecil di Piala Dunia 2026.

Pun begitu, Curacao telah berhasil memenangi hati penggemar baru. Pertama, karena simpati karena berstatus tim underdog, dan sekarang sebagai peserta yang diremehkan namun memiliki jersei paling favorit buat penggemar. 

Kombinasi warna seragam tandang Curacao yang didominasi warna kuning pastel buatan Adidas terinspirasi dari ibu kota Willemstad dan bangunan-bangunan berwarna-warni yang berada di distrik Punda dan Otrobanda dengan garis-garis merah muda, biru kehijauan, dan oranye. Ini desain retro sederhana yang memungkinkan kombinasi warna uniknya bersinar.

Setelah memenangi hati para penggemar di media sosial sejak dirilis pada akhir Maret, kaus tersebut kini telah terjual habis di situs web Adidas AS, dengan enam dari tujuh ukuran yang ditawarkan ludes (hanya ukuran kecil yang tersisa hingga tengah pekan lalu). 

Tidak ada jersei Piala Dunia keluaran Adidas lain yang tampaknya memiliki persediaan yang sangat terbatas di situs tersebut, seperti kasus kaus tandang The Blue Wave. 

Kelangkaan tersebut kemungkinan besar disebabkan karena perusahaan asal Jerman itu tidak memperkirakan kaus tandang Curacao akan begitu populer sehingga mereka menyetok dalam jumlah yang lebih sedikit daripada jersei untuk negara-negara yang lebih besar.

Menyusul fenomena unik ini, Adidas mengonfirmasi kepada The Athletic bahwa mereka memang berencana untuk kembali menyediakan jersei tandang Timnas Curacao pada musim panas ini.

Namun, ironisnya, Curacao kemungkinan besar tidak akan pernah mengenakan jersei tandang tersebut dalam pertandingan di Piala Dunia 2026.

Beberapa waktu lalu, FIFA sudah merilis panduan penunjukan warna pertandingan Piala Dunia, yang menjelaskan warna seragam yang akan dikenakan setiap tim dalam pertandingan babak penyisihan grup untuk menghindari kebingungan di antara lawan. 

Panduan tersebut menunjukkan Curacao dijadwalkan untuk mengenakan jersei kandangnya untuk ketiga pertandingan Grup E. Karena grup tersebut juga diisi Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading, kecil kemungkinan Curacao akan lolos ke babak gugur untuk berkesempatan mengenakan seragam tandang yang populer tersebut.

Timnas Curacao mengenakan jersei tandang mereka yang sangat populer tersebut pada pertandingan persahabatan melawan Skotlandia pada 30 Mei lalu dan kalah 1-4. 

Seragam tandang Adidas favorit penggemar lainnya yang terancam tidak akan muncul dalam pertandingan Piala Dunia pada musim panas ini adalah milik Timnas Jepang.

Dengan 12 garis vertikal multi-warna untuk mewakili 11 pemain di lapangan ditambah satu lagi untuk para penggemar, seragam tandang Samurai Biru akan tetap berada di ruang ganti selama babak penyisihan grup dan lebih memilih seragam kandang biru tim. 

Jepang berada di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia, dengan peluang lebih baik untuk lolos dari penyisihan awal daripada Curacao.