TVRINews – Zurich, Swis

Beberapa negara dengan tim nasional kuat ternyata ditangani pelatih asing pada Piala Dunia 2026 ini.

Semua orang tentu berpikir bila di turnamen sepak bola internasional, kibaran bendera, lagu kebangsaan, rivalitas, dan harga diri bangsa, pasti akan muncul dalam pikiran. Itu semua terkait dengan identitas nasional sebuah bangsa yang tengah dipertaruhkan.

Faktanya, itu sepertinya hanya berlaku untuk pemain dan penggemar. Namun jika melihat pelatih di Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang, mungkin publik agak mengernyitkan dahi karena banyaknya negara yang meminta jasa dari pelatih asing.

Dari 48 tim nasional yang akan mengikuti turnamen di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, 28 tim ternyata memakai pelatih dari luar negara tersebut. Itu artinya lebih dari 50 persen tim di Piala Dunia kali ini ditangani oleh seorang pelatih asing.

Tentu saja penggunaan pelatih dari luar negara oleh sebuah tim nasional sepak bola tidak dilarang dalam aturan FIFA selaku badan pengatur Piala Dunia. Hanya pemain yang harus memiliki kewarganegaraan di tim yang akan dibelanya di turnamen terbesar sejagat itu.

Sejumlah Negara Besar Menyewa Pelatih Asing

Beberapa pelatih top yang selama ini dikenal piawai menangani klub kini justru memimpin tim nasional di Piala Dunia 2026. Pelatih sarat pengalaman asal Italia, Carlo Ancelotti, kini menangani Timnas Brasil – juara Piala Dunia terbanyak, lima (1958, 1962, 1970, 1994, 2002).

Inggris, kampiun Piala Dunia 1966 namun kemudian kerap terhenti di perempat final dan semifinal (1990 dan 2018), menilai Thomas Tuchel asal Jerman lebih baik dari pelatih lokal. Jika gagal memenuhi target “coming home” (maksudnya juara), Tuchel jelas akan menjadi santapan empuk kritik media Inggris.

Juara Eropa 2016, Portugal, dengan materi pemain berteknik tinggi yang tidak pernah habis, faktanya lebih percaya pelatih asing yang menangani tim nasional mereka, yakni Roberto Martinez. Menariknya, Martinez berasal dari Spanyol, negara rival abadi Portugal di sepak bola.

Bermain di kandangnya, AS akan mencoba menorehkan pencapaian lebih baik di Piala Dunia 2026 ini dengan mempercayakan posisi pelatih kepada Mauricio Pochettino asal Argentina. 

Ironisnya, tuan rumah Piala Dunia 2026 lainnya yang juga tetangga AS, Kanada, justru ditangani pelatih asal Amerika, yakni Jesse Marsch.  

Negara-negara yang lebih kecil mungkin bisa lebih bisa dipahami jika menyewa pelatih asing. Namun, keputusan tim-tim seperti Uzbekistan – yang memilih Fabio Cannavaro dari Italia usai memastikan lolos ke Piala Dunia – dan Qatar yang ditangani Julen Lopetegui asal Spanyol, membuat makin banyaknya tim nasional di Piala Dunia 2026 yang ditangani pelatih asing.

Berapa Pelatih yang Tangani Tim Nasional Negaranya Sendiri?

Jika mengacu negara yang benar-benar “murni” di Piala Dunia 2026 ini, hanya ada 20 timnas yang seluruh pemain plus pelatihnya sama-sama dari satu negara. 

Efek penggunaan pelatih asing ini mungkin dianggap sepele oleh beberapa pihak. Namun, bisakah Anda bayangkan Tuchel yang melatih Inggris melaju ke final dan menghadapi Jerman?

Atau, bagaimana perasaan Pochettino yang memimpin AS jika menghadapi Argentina di laga krusial? Belum lagi Martinez yang menangani Portugal jika harus melawan Spanyol. 

Kendati begitu, beberapa tim kuat tetap memakai pelatih asal negara mereka. Juara bertahan Argentina masih mempertahankan Lionel Scaloni. Prancis juga masih percaya tangan dingin Didier Deschamps yang mampu membawa Les Bleus ke final di dua Piala Dunia terakhir (juara pada 2018). Demikian pula Jerman bersama Julian Nagelsmann.

Berikut daftar 20 tim nasional di Piala Dunia 2026 yang ditangani pelatih asal negaranya sendiri:  

  1. Iran – Amir Ghalenoei
  2. Jepang – Hajime Moriyasu
  3. Korea Selatan – Hong Myung-bo
  4. Tanjung Hijau – Bubista (Pedro Leitao Brito)
  5. Pantai Gading – Emerse Fae
  6. Senegal – Pape Thiaw
  7. Argentina – Lionel Scaloni
  8. Republik Ceko – Miroslav Koubek
  9. Prancis – Didier Deschamps
  10. Jerman – Julian Nagelsmann
  11. Belanda – Ronald Koeman
  12. Norwegia – Stale Solbakken
  13. Skotlandia – Steve Clarke
  14. Spanyol – Luis de la Fuente
  15. Swis – Murat Yakin
  16. Australia – Tony Popovic
  17. Meksiko – Javier Aguirre
  18. Bosnia dan Herzegovina – Sergej Barbarez
  19. Mesir – Hossam Hassan
  20. Kroasia – Zlatko Dalic

Negara Asal Pelatih Terbanyak di Piala Dunia

Jika begitu banyak tim nasional yang memakai jasa pelatih dari luar negara mereka, pertanyaannya kini adalah, negara mana yang menjadi “pengekspor” pelatih terbanyak di Piala Dunia 2026 ini? 

Dari 48 skuad, ternyata Argentina menjadi negara dengan jumlah pelatih terbanyak di Piala Dunia edisi ke-23 ini. Italia yang tidak mampu meloloskan tim, ternyata termasuk lima besar pemasok pelatih di Piala Dunia 2026 ini. 

Berikut daftar negara pemasok pelatih terbanyak di Piala Dunia tahun ini (termasuk pelatih yang menangani timnas negaranya sendiri): 

Argentina (6): Lionel Scaloni (melatih Argentina), Mauricio Pochettino (AS), Marcelo Bielsa (Uruguai), Gustavo Alfaro (Paraguai), Sebastian Beccacece (Ekuador), Nestor Lorenzo (Kolombia)

Prancis (5): Didier Deschamps (Prancis), Rudi Garcia (Belgia), Sabri Lamouchi (Tunisia), Sebastien Desabre (Rep. Demokratik Kongo), Sebastien Migne (Haiti)

Spanyol (4): Luis de la Fuente (Spanyol), Roberto Martinez (Portugal), Julen Lopetegui (Qatar), Thomas Christiansen Tarin (Panama)

Italia (3): Carlo Ancelotti (Brasil), Fabio Cannavaro (Uzbekistan), Vincenzo Montella (Turki)

Jerman (3): Julian Nagelsmann (Jerman), Thomas Tuchel (Inggris), Ralf Rangnick (Austria)

Belanda (2): Ronald Koeman (Belanda), Dick Advocaat (Curacao)

Bosnia dan Herzegovina (2): Sergej Barbarez (Bosnia-Herzegovina), Vladimir Petkovic (Aljazair)

Australia (2): Tony Popovic (Australia), Graham Arnold (Irak)

Inggris (2): Darren Bazeley* (Selandia Baru), Graham Potter (Swedia)

Belgia (2): Hugo Broos (Afrika Selatan), Mohamed Ouahbi* (Maroko)

Portugal (1): Carlos Queiroz (Gana)

Yunani (1): Georgios Donis (Arab Saudi)

Maroko (1): Jamal Sellami (Yordania)

Amerika Serikat (1): Jesse Marsch (Kanada)

*Keterangan: Memiliki dua kewarganegaraan, salah satunya (yang menjadi paspor kedua) adalah negara yang dilatih.