Tiga pemain pilar Timnas RD Kongo di Piala Dunia 2026 (ki-ka): Aaron Wan-Bissaka, Joris Kayembe, dan Axel Tuanzebe. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Liege, Belgia
Amerika Serikat, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, telah memperingatkan Timnas RD Kongo untuk melakukan isolasi karena kekhawatiran akan ebola.
Tim Nasional Sepak Bola Republik Demokratik Kongo tidak berencana mengubah rencana persiapan untuk Piala Dunia 2026 kendati sudah ada peringatan dari Amerika Serikat (AS), salah satu tuan rumah turnamen, terkait wabah virus ebola.
Jumat (22/05/2026) lalu, Andrew Giuliani selaku Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, mengingatkan agar seluruh anggota delegasi RD Kongo harus tetap menjaga “gelembung” (zona aman) di tempat mereka saat ini berlatih di Belgia.
Seluruh anggota tim RD Kongo juga harus mengisolasi diri selama 21 hari atau menghadapi risiko ditolak masuk, menyusul merebaknya virus ebola di negara Afrika tengah tersebut.
Di Piala Dunia 2026, RD Kongo akan berbasis di Houston, AS. Tergabung di Grup K, laga pertama mereka adalah melawan Portugal pada 17 Juni di Houston. Berikutnya, mereka akan menghadapi Kolombia pada 23 Juni di Guadalajara, Meksiko, dan menantang Uzbekistan pada 27 Juni di Atlanta, AS.
“Kami sudah menegaskan kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga zona aman mereka selama 21 hari sebelum dapat datang ke Houston pada 11 Juni,” kata Giuliani.
“Kami juga telah menjelaskan kepada Pemerintah Kongo bahwa mereka perlu menjaga ‘gelembung’ itu atau berisiko tidak dapat melakukan perjalanan ke AS. Kami tidak bisa lebih jelas lagi.”
Kendati begitu, seorang juru bicara Timnas RD Kongo menjelaskan bahwa mereka akan tetap pada rencana dan jadwal tim. Itu termasuk menggelar pertandingan persahabatan melawan Denmark di Liege, Belgia, pada 3 Juni, serta menghadapi Cile di Cadiz, Spanyol, enam hari kemudian.
Timnas RD Kongo sebelumnya berencana akan pulang ke Kinshasa pada pekan depan untuk melakukan perayaan sebelum turun di Piala Dunia pertamanya dalam 52 tahun. Tetapi, rencana itu dibatalkan menyusul larangan dari Pemerintah AS soal ebola.
“Kami tetap akan menjalankan program latihan sesuai jadwal dan rencana. Satu-satunya perubahan program adalah pembatalan ke Kinshasa. Lagipula, tidak ada pemain kami yang turun di kompetisi negara kami,” demikian pernyataan juru bicara Timnas RD Kongo.
Seluruh pemain Timnas RD Kongo memang bermain dan tinggal di luar negara mereka, kebanyakan di Eropa. Itu termasuk pelatih Sebastien Desabre.
Sejumlah bintang tercatat memang bermain di Eropa. Sebut saja tiga pilar pertahanan, yakni Aaron Wan-Bissaka (West Ham United) dan Axel Tuanzebe (Burnley) yang bermain di Inggris, serta Joris Kayembe (Genk) di Belgia.
Di lini tengah, Noah Sadiki (Sunderland) dan Edo Kayembe (Watford) juga bermain di Inggris. Sementara, gelandang Charles Pickel (Espanyol) dan penyerang veteran Cedric Bakambu (Real Betis) bermain di Spanyol.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat lalu menaikkan risiko strain Bundibugyo (atau Bundibugyo ebolavirus) – salah satu spesies virus ebola langka yang menyebabkan penyakit demam berdarah mematikan – menjadi wabah nasional di RD Kongo menjadi sangat tinggi dan telah mengonfirmasi sebagai wabah di sana.
Hampir 750 kasus yang diduga dan 177 kematian yang diduga telah tercatat menyusul wabah di RD Kongo.
Bundibugyo ebolavirus pertama kali teridentifikasi pada wabah di Distrik Bundibugyo, Uganda pada tahun 2007 dan memicu kekhawatiran global karena tingkat kematiannya yang mencapai 30% hingga 50%. Kini, kasus ebola di Uganda juga sudah berstatus keadaan darurat dan menjadi perhatian internasional.