Ilustrasi Neymar membela Timnas Brasil Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf
TVRINews - Sao Paulo, Brasil
Neymar mengalami momen menyakitkan terkait Piala Dunia, tahun ini dia berpeluang memperbaikinya.
Neymar mendapatkan keinginannya, masuk skuad Brasil yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, akhirnya memasukkan namanya dalam daftar skuad Brasil di Piala Dunia yang akan bergulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Ini akan menjadi Piala Dunia keempat dalam karier pemain yang kini berusia 34 tahun tersebut. Dalam kariernya bersama Timnas Brasil sejak 2010, Neymar telah bermain dalam 128 pertandingan dengan mencetak 79 gol untuk Tim Samba.
Banyak fans Brasil yang menyambut gembira dengan kehadiran Neymar di skuad Brasil. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik atau meragukan dirinya bisa membantu Brasil meraih gelar Piala Dunia.
Neymar memiliki kemampuan Teknik yang mengesankan sebagai pemain. Banyak momen bagus yang dia tunjukkan baik di level klub bersama Santos maupun dengan Timnas Brasil. Tapi, semua itu belum cukup jika dirinya belum meraih gelar Piala Dunia.
Piala Dunia sejauh ini memang tidak bersahabat bagi Neymar. Terkait kenyataan itu pula, berikut ini sebuah kilas balik dari momen paling menyakitkan antara Neymar dan Piala Dunia:
Piala Dunia 2010: Dunga Mengabaikannya
Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, idealnya dapat menjadi pintu pertama bagi Neymar untuk menjajal panggung sepak bola dunia. Usia Neymar masih 18 tahun saat itu namun Pele pun bahkan sudah bermain di turnamen ini dalam usia yang lebih muda. Jika bukan karena sang legenda, anak-anak Brasil seperti Neymar tentu tidak akan memiliki mimpi main di Piala Dunia.
Neymar memiliki bekal untuk ikut ke Afrika Selatan. Pada 2010, dia bermain dalam 60 pertandingan untuk Santos, mengoleksi 42 gol dan memberikan 22 asis di berbagai ajang untuk klubnya itu. Tidak ada yang akan mengalihkan mata dari pemuda yang kemudian disebut-sebut sebagai bintang masa depan Selecao ini. Kecuali Dunga.
Ya, Dunga mengabaikannya. Secara mengejutkan, Neymar tidak masuk dalam skuad Brasil saat itu yang ada di bawah asuhan Carlos Dunga. Ironisnya, Dunga memanggil pemain seperti Nilmar, Luis Fabiano, Grafite, dan Robinho, deretan pemain yang merupakan rekan Neymar di Santos.
Keputusan tersebut memicu kontroversi. Publik Brasil kecewa dengan keputusan Dunga. Apalagi, saat itu pula Dunga tidak membawa Ronaldinho dan Kaka. Bagi fans, ini menjadi awal ketidakberuntungan Neymar dengan Piala Dunia.
Piala Dunia 2014: Cedera Mengerikan
Pada Piala Dunia 2014 ini, Brasil sebagai tuan rumah. Penantian Neymar bermain di Piala Dunia pun terwujud. Neymar sudah tumbuh menjadi pemain yang matang saat itu, sebagai bagian dari klub besar Barcelona.
Dia mengawali Piala Dunia 2014 ini dengan mencetak dua gol dalam laga pertama fase grup lawan Kroasia, Brasil menang 2-1. Di laga kedua, aksi kiper Meksiko Guillermo Ochoa di bawah mistar membuatnya tidak mampu mencetak gol.
Namun, di laga ketiga menghadapi Kamerun, Neymar memperlihatkan performa terbaiknya. Dia mencetak dua gol dan membawa Brasil menang 4-1. Hasil ini membuat Brasil lolos ke fase knockout.
Semua berjalan lancar sampai 16 besar lawan Cili di mana Brasil menang adu penalti 4-3. Hingga kemudian momen buruk itu terjadi di perempat final lawan Kolombia. Saat Brasil unggul 2-1, Neymar mendapatkan tendangan di bagian belakang tubuhnya dari pemain Kolombia, Camilo Zuniga.
Tendangan tersebut menyebabkan patah tulang belakang dan mengakhiri Piala Dunianya. "Cedera itu menghancurkan mimpi saya untuk bermain di semifinal dan final Piala Dunia. Marcelo mencoba membantu saya bangun, tetapi saya tidak bisa menggerakkan kaki saya."
Tanpa bintang andalan mereka, Brasil mengalami kekalahan telak, kekalahan memalukan 1-7 dari Jerman di Belo Horizonte, salah satu malam tergelap dalam sejarah sepak bola negara itu.
Piala Dunia 2018: Sasaran Pelanggaran dan Ejekan
Neymar tampil di Piala Dunia 2018 dengan membawa status sebagai pemain termahal dunia setelah bergabung ke Paris Saint-Germain dari Barcelona. Karena status itu pula, ekspektasi besar ada di pundak sang pemain. Dunia juga memperhatikannya dan lawan tentu mengawasinya.
Pemain belakang lawan langsung menjadikannya target. Permainan keras, fisik sudah terjadi di laga pertama saat menghadapi Swiss. Neymar mendapatkan pelanggaran berulang kali. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Swiss dan satu kartu kuning untuk pemain Brasil. Neymar dan Brasil pun hanya meraih hasil imbang 1-1 di pertandingan pertama ini.
Di pertandingan selanjutnya, Neymar mencetak gol ke gawang Kosta Rika, lalu memberikan asis lawan Serbia di laga yang berakhir dengan kemenangan Brasil. Pada laga menghadapi Meksiko di 16 besar, Neymar pun mencetak satu gol dan memberikan asis dalam kemenangan 2-0.
Dalam kemenangan atas Meksiko, Neymar menjadi pusat kritik dunia karena dinilai berlebihan saat terjadi pelanggaran terhadap dirinya, berguling-guling di tanah dengan aksi teatrikal. Insiden itu membuatnya sebagai bahan meme yang viral.
Momen itu menutupi penampilannya yang positif. Perjalanan Brasil berakhir di perempat final, di mana Kevin De Bruyne, Eden Hazard, dan Belgia menyingkirkan selecao dengan skor 2-1.
Piala Dunia 2022: Kekalahan dari Kroasia
Piala Dunia berikutnya di tahun 2022 yang digelar di Qatar seperti melanjutkan apa yang sering terjadi di Piala Dunia 2018. Kali ini, Serbia yang menjadikan Neymar target pelanggaran. Total ada 12 tackle keras dari pemain Serbia.
Wasit memberikan kartu kuning kepada tiga pemain Serbia yaitu Strahinja Pavlovic, Nemanja Gudelj, dan Sasa Lukic. Pelanggaran keras pemain Serbia di antaranya melukai pergelangan kaki Neymar dan membuatnya tidak dapat tampil di dua laga fase grup.
Brasil lolos ke 16 besar dan Neymar dapat kembali bermain. Brasil menghadapi Korea Selatan saat itu dan Neymar mencetak gol serta memberi asis di laga yang berakhir 4-1 iuntuk kemenangan mereka. Kemenangan tersebut membangkitkan kembali harapan dan semangat Brasil.
Namun, kekecewaan kembali menghantam. Menghadapi Kroasia di perempat final, Neymar pun mencetak gol di perpanjangan waktu yaitu menit ke-106. Terlihat seolah Brasil akan memenangkan laga ini tapi Kroasia menyamakan kedudukan di menit ke-117.
Laga dilanjutkan dengan adu penalti. Kroasia dengan bintang Luka Modric mengejutkan Brasil dalam adu penalti, menyingkirkan Selecao bahkan sebelum Neymar memiliki kesempatan untuk mengambil penalti terakhir Brasil.
Piala Dunia 2026: Peluang Terakhir
Kini Neymar sudah sebagai pemain pemain senior. Dia berhasil meyakinkan pelatih Carlo Ancelotti kondisinya fit dan siap untuk tampil di Piala Dunia keempat dalam kariernya. Ini kesempatan bagi Neymar untuk menjadi seperti banyak bintang Brasil yang memenangkan gelar Piala Dunia.
Terlepas dari pertanyaan seputar kebugaran dan performanya bersama Santos, Carlo Ancelotti tetap memanggilnya ke dalam skuad, mempercayai pengalaman dan keinginan sang superstar untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai kesempatan terakhir baginya.
Piala Dunia 2026 ini berbeda dibandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya. Ini adalah kesempatan dan peluang baginya untuk penebusan dari kegagalan dan kesulitan yang dialaminya di Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022.
Piala Dunia 2026 memberikan kesempatan baginya untuk mengikuti jejak Pele yang menaklukkan dunia di antaranya pada 1970, Romario yang memimpin Brasil meraih kejayaan pada tahun 1994, dan Ronaldo Nazario d Piala Dunia 2002.