Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Zagreb, Kroasia
Zlatko Dalic datang saat Kroasia membutuhkan keajaiban di kualifikasi Piala Dunia 2018 silam.
Kroasia punya banyak pelatih dan eks pemain legendaris tapi yang membawa negeri ini mencatat sejarah justru dari tangan dingin yang sebelumnya tidak dikenal: Zlatko Dalic. Bersama pelatih berusia 59 tahun ini, Kroasia melewati tahun-tahun yang tidak terlupakan.
Dimulai dengan berhasil ke final Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia, tim berjulukan Vatreni ini kemudian kembali memperlihatkan sebagai tim yang terus tumbuh dan menarik perhatian dunia dengan meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2022.
Luka Modric dan kawan-kawan setahun kemudian juga berhasil mencapai posisi runner-up di Liga Negara Eropa 2022-2023. Tiga pencapaian tersebut sama artinya dengan "tiga keajaiban". Ketika Kroasia hanya sebagai runner-up di Piala Dunia 2018, pencapaian tersebut pun dirasakan layaknya meraih gelar juara dunia.
Rakyat Kroasia turun ke jalan merayakan keberhasilan tersebut. Luka Modric dan pemain bintang lainnya berada di atas bus terbuka pada Senin, 16 Juli 2018, diiringi dengan sambutan meriah kegembiraan fans di jalan-jalan Kota Zagreb.
Meski hanya sebagai runner-up karena kalah dari Prancis dalam final Piala Dunia 2018 itu, mereka meyakini telah begitu dekat dengan trofi Piala Dunia. Dan, tidak semua negeri mampu mencapai apa yang telah mereka raih.
Awal karier Zlatko Dalic sebagai pelatih Kroasia pun sudah menarik. Diangkat sebagai pelatih hanya dua hari sebelum laga penentuan kualifikasi Piala Dunia 2018, Zlatko Dalic mampu membawa Vatreni lolos ke turnamen tersebut.
Pada 7 Oktober 2017, setelah Federasi Sepak Bola Kroasia memecat Ante Cacic karena serangkaian hasil yang buruk, mereka kemudian mengangkat Zlatko Dalic sebagai penggantinya. Yang menarik, saat itu, Zlatko Dalic tidak mau menandatangani kontrak sebelum dirinya memang berhasil membawa Kroasia lolos.
Dua hari kemudian atau 8 Oktober 2017, dia pun membawa Kroasia tampil dalam laga krusial. Laga yang harus menang agar bisa menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2018. Kroasia menang 2-0 atas Ukraina di laga tersebut dan mengamankan posisi kedua klasemen grup.
Posisi tersebut membuat Kroasia menjalani laga play-off lawan Yunani. Dalam dua laga kandang dan tandang, Kroasia menang 4-1 di pertemuan pertama dan imbang 0-0 di laga kedua yang membuat mereka akhirnya lolos ke Piala Dunia 2018. Zlatko Dalic kemudian baru menandatangani kontrak sebagai pelatih Timnas Kroasia.
Sejak itulah, Zlatko Dalic kemudian membawa Kroasia membuat kejutan di turnamen sepak bola dunia ini. Langkah Kroasia di dua Piala Dunia tersebut (2018 dan 2022) memang di luar dugaan. Aksi-aksi mereka dalam fase knockout di dua turnamen tersebut menciptakan drama. Pada 2018 contohnya, Kroasia tertinggal 0-1 sejak di menit pertama namun mereka berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-4 dan memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Dalam perempat final, hal yang sama juga terjadi di mana mereka menyingkirkan tuan rumah dengan laga skor imbang di perpanjangan waktu lalu menang lagi dalam adu penalti. Sementara di semifinal, mereka menyingkirkan Inggris, tim besar dengan dua gol dalam kemenangan dramatis 2-1. Tertinggal di menit ke-5, Kroasia mencetak dua gol untuk membalikkan kedudukan.
Pada Piala Dunia 2022 lawan Jepang di 16 besar, Kroasia juga tertinggal lebih dulu namun mereka memaksa laga imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Kroasia kemudian menang lewat adu penalti.
Di perempat final mereka kembali membuat kejutan besar dengan mengalahkan raksasa Piala Dunia yang memiliki tradisi kuat: Brasil. Polanya sama, tertinggal lebih dulu tapi kemudian mampu menyamakan kedudukan dan memaksa laga dengan adu penalti dan menang.
Langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah 0-3 dari Argentina. Namun, mereka berhasil menjadi peringkat ketiga Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Maroko. Demikianlah, dua Piala Dunia beruntun, meraih dua medali perak dan perunggu.
Semua itu karena peran pelatih bernama Zlatko Dalic. Kini, Zlatko Dalic kembali membawa Kroasia mencoba menapaki jejak tersebut setelah berhasil membawa Kroasia lolos ke Piala Dunia 2026. Mereka berada di Grup L dan akan bersaing dengan Inggris, Panama, dan Gana di Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
"Kita harus menyadari bahwa dua keberhasilan ini (Piala Dunia) benar-benar luar biasa, bahwa kami hampir tidak dapat memahami betapa mustahilnya Kroasia telah menyelesaikan Piala Dunia dua kali berturut-turut di depan Brasil, Jerman, Inggris, Spanyol, Portugal, Belanda, dan Italia, yang terakhir bahkan tidak lolos ke Rusia atau Qatar," kata Zlatko Dalic, setelah Piala Dunia 2022 lalu.
Menurutnya, semua itu bukan hanya karena dirinya melainkan terutama karena peran pemain. Bagaimana pun, menurut Zlatko Dalic, untuk mencoba menjadi yang terbaik yang utama adalah butuh pemain hebat. Para pemain Kroasia bermain di klub-klub terbaik.
"Ini karena bakat dan kerja keras mereka, keluarga mereka yang mendukung, dan klub serta pelatih tempat mereka berlatih. Ada banyak tim nasional di dunia yang memiliki pemain yang cukup bagus untuk mengalahkan siapapun. Nilai tambah kami adalah persatuan yang istimewa, suasana kekeluargaan, di mana kami saling mendukung dan menjadikan tim sebagai prioritas, dan ini menghasilkan karakter tim yang sangat kuat," kata Zlatko Dalic lagi tentang apa yang membedakan timnya dengan tim-tim besar di dunia.
"Akan ada tim lain yang akan memenangkan medali secara beruntun di Piala Dunia, tetapi saya tidak yakin akan ada tim lain yang akan memulai lima pertandingan babak gugur dengan kebobolan satu gol, namun berhasil membalikkan keadaan dan menang, seperti yang kami lakukan melawan Denmark, Rusia, Inggris, Jepang, dan Brasil."
Menghadapi deretan tim-tim tersebut di dua Piala Dunia sebelumnya, Kroasia memang masing-masing hanya kemasukan satu gol. Pertahanan yang kuat, salah satu yang berhasil dibangun oleh Zlatko Dalic karena untuk lini tengah dan lini serang, dia memberikan kebebasan kepada pemainnya yang memiliki maestro lini tengah seperti Luka Modric.
Zlatko Dalic lahir di Livno, kota yang sebelumnya menjadi bagian dari Bosnia dan Herzegovina, pada 26 Oktober 1966 silam. Dia sudah terjun ke sepak bola sejak 1983 atau saat masih berusia 17 tahun di tim muda Traglov 1918, sebuah klub lokal Livno.
Kariernya sebagai pemain dilewati sebagai gelandang bertahan. Dari pengalaman inilah yang tampaknya memengaruhi pendekatannya sebagai pelatih, pertahanan yang kuat sangat penting baginya. Zlatko Dalic muda bermain di sejumlah klub seperti Hajduk Split, Velez Mostar, atau Varteks sebelum gantung sepatu pada 2000.
Sukses di Timur Tengah
Sebagai pemain, dia hanya memenangkan satu gelar yaitu Piala Yugoslavia pada musim pertamanya sebagai pemain profesional. Jalan kariernya justru menemukan kesuksesan sebagai pelatih.
Berawal sebagai asisten pelatih lalu sebagai direktur olahraga di Vartkes, Zlatko Dalic kemudian menjadi asisten pelatih Miroslav Blazevic di klub tersebut. Di klub ini pula dia diangkat sebagai pelatih kepala pada 2005 dan berhasil membawa tim ini ke final Piala Kroasia pada 2005-2006.
Trofi pertamanya sebagai pelatih dia raih saat melatih klub Albania, Dinamo Tirana. Zlatko Dalic membawa klub ini juara Piala Super Albania pada 2008. Sempat kembali ke Kroasia dengan melatih Slaven Belupo (2009-2010), Zlatko Dalic kemudian mengambil keputusan besar dalam karier dan hidupnya.
Pada 2010, Zlatko Dalic menerima tawaran klub Arab Saudi, Al Faisaly. Dari Al Faisaly, kemudian Al Hilal, dan Al Ain, Zlatko Dalic melewati lebih dari enam tahun melatih di Timur Tengah. Banyak gelar diraih Zlatko Dalic seperti Piala Mahkota Pangeran Saudi, lalu juara Liga Uni Emirates Arab.
Satu gelar bersama Al Hilal dan tiga gelar bersama Al Ain, membuatnya mendapatkan penghargaan "Pelatih Terbaik" Liga Profesional Saudi yang justru diraihnya ketika masih melatih Al Faisaly. Dia juga membawa Al Ain ke final Liga Champions Asia pada 2016.
Setelah itu, kisahnya bersama Kroasia menjadi perhatian dunia. Dia adalah pelatih pertama Kroasia yang membawa negeri ini ke final Piala Dunia. Dia juga pelatih pertama yang membawa Kroasia ke lima turnamen besar: Piala Dunia 2018, Piala Eropa 2020, Piala Dunia 2022, Piala Eropa 2024, dan kini Piala Dunia 2026.
Pencapaian tersebut melebihi pelatih Kroasia sebelumnya. Miroslav Blazevic dan Slaven Bilic contohnya, hanya membawa Kroasia ke dua turnamen besar. Sedangkan Mirko Jozic, Otto Baric, Zlatko Kranjcar, Niko Kovac, dan Ante Cacic masing-masing hanya membawa Kroasia ke satu turnamen besar.
Miroslav Blazevic, Slaven Bilic, dan Zlatko Dalic, hanya tiga pelatih itu yang berhasil membawa Kroasia melewati babak penyisihan grup di turnamen besar. Namun, dari ketiganya hanya Zlatko Dalic satu-satunya yang mencapai final.
Biodata Zlatko Dalic
Nama: Zlatko Dalic
Kelahiran: Livno, 26 Oktober 1966, Kroasia (Bosnia dan Herzegovina)
Karier bermain
Hajduk Split (1983-1986)
Dinamo Vinkovci (1986-1987)
Hajduk Split (1987-1988)
Buducnost Titograd (1988-1989)
Velez Mostar (1989-1991)
Varteks (1992-1996)
Hajduk Split (1996-1998)
Varteks (1998-2000)
Karier melatih
Varteks (2004, pelatih sementara)
Varteks (2005-2007)
Rijeka (2007-2008)
Dinamo Tirana (2008-2009)
Slaven Belupo (2009-2010)
Al Faisaly (2010-2012)
Al Hilal (2012-2013)
Al Ain (2014-2017)
Kroasia (2017-kini)
Prestasi sebagai pemain
Piala Yugoslavia 1983-1984
Prestasi sebagai pelatih
Piala Super Albania 2008
Piala Mahkota Pangeran Saudi 2012-2013
Piala Presiden UEA 2013-2014
Pro League UEA 2014-2015
Piala Super UEA 2015
Juara FIFA Series 2024