Bintang Chelsea dan Timnas Inggris, Cole Palmer. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – London, Inggris
Mantan bek Inggris Danny Mills sangat yakin jika Cole Palmer sosok yang tepat untuk menjadi pemain nomor 10 di tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko dimulai 98 hari lagi. Seluruh tim yang sudah dipastikan berlaga di putaran final mulai 11 Juni mendatang bakal melakukan persiapan akhir. Tidak terkecuali tim nasional sepak bola Inggris.
Salah satu problem yang masih harus dipecahkan Three Lions adalah siapa yang paling tepat untuk menjadi pemain nomor 10 untuk turnamen pada musim panas mendatang. Selama ini, beberapa nama top sudah bergantian dimainkan pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel, yakni Jude Bellingham, Phil Foden, Morgan Rogers, dan Cole Palmer. Nama terakhir bermasalah dengan cedera yang silih berganti sepanjang musim 2025-2026.
Menariknya, mantan bek timnas Inggris Danny Mills yakin justru Palmer yang paling tepat untuk menjadi pemain nomor 10 di Three Lions pada Piala Dunia musim panas nanti.
Memang, playmaker Chelsea FC itu sempat diganggu rangkaian cedera dan tidak terlibat dalam laga-laga timnas Inggris sejak musim panas tahun lalu (terakhir turun melawan Andora pada 7 Juni 2025). Namun, pemain berusia 23 tahun itu kini sudah fit dan kembali ke bentuk semula untuk The Blues. Dari situ, Palmer berpeluang dipanggil kembali oleh Tuchel untuk jeda internasional bulan Maret.
Mills menilai Palmer seharusnya tidak hanya masuk dalam skuad Piala Dunia musim panas ini, tetapi juga menjadi starter di posisi nomor 10, mengungguli Bellingham dan Rogers di turnamen musim panas ini.
Berbicara kepada Sky Sports News 100 hari sebelum Piala Dunia, Mills mengatakan: “Jika Anda akan menurunkan pemain out-and-out maverick, Cole Palmer orangnya.” Istilah out-and-out maverick dipakai Mills untuk menggambarkan bila Palmer adalah tipe pemain dengan kemampuan komplet, menyeluruh, dengan totalitas tinggi.
Pemain model ini juga pemikir independen atau pemberontak. Ia tidak mengikuti standar, tradisi, atau aturan kelompok yang sudah mapan. Perilaku nonkonformis ini mutlak dan tanpa penyesalan.
“Anda punya dua pemain sayap, dua orang di lini tengah yang akan melakukan semua kerja keras,” tutur Mills.
“Siapa yang melakukan sesuatu yang sedikit berbeda? Siapa yang bisa memberikan umpan? Cole Palmer bisa. Siapa yang bisa melewati lawan dan mencetak gol? Cole Palmer bisa.
“Mampukah Jude Bellingham melakukan apa yang dikerjakan Cole Palmer? Saya tidak yakin ia mampu.
“Bellingham bisa masuk ke kotak penalti dan datang terlambat, seperti Frank Lampard dan Steven Gerrard, dan dia kuat. Tetapi kreativitasnya sedikit kendati umpannya terukur.”
Mills menambahkan, Bellingham juga kurang dari sisi kemampuan teknik menggiring bola yang sangat efektif dan mengecoh lawan untuk mengalahkan bek dalam situasi 1 lawan 1.
Menurut Mills, Bellingham juga tidak memiliki teknik yang dalam sepak bola dikenal sebagai “drop of the shoulder to then nick one inside”. Ini adalah teknik menipu lawan dengan gerakan bahu dengan bergerak ke satu arah yang membuat tubuh bek lawan mengikuti ke arah itu, untuk kemudian dengan cepat bergerak ke arah sebaliknya dari sisi dalam dengan sentuhan ringan pada bola namun presisi, untuk mencetak gol dari jarak dekat.
“Jika Anda ingin memainkan seorang pemain nomor 10 dengan peran sebebas mungkin, Cole Palmer adalah pilihan ideal. Cole Palmer itu pemain yang unik,” tutur Mills.