TVRINews - Brasilia, Brasil

Fokus penuh pada sepak bola tanpa distraksi ponsel diharapkan mampu mengembalikan ketajaman sang striker di kancah internasional.

Striker Brasil, Richarlison, membuat komitmen unik demi menjaga performanya di masa depan. Ia berjanji akan melepaskan penggunaan ponsel sepenuhnya selama Piala Dunia 2026 jika terpilih masuk skuad.

Keputusan ini diambil berdasarkan pengalaman pahit yang Richarlison rasakan pada edisi sebelumnya. Ia merasa sorotan tajam media dan pengawasan publik di Piala Dunia 2022 Qatar telah merusak konsentrasi bertandingnya secara signifikan.

Richarlison menyebut terkena mental karena kondisi tersebut. Ia mengaku sangat kesulitan membagi fokus antara urusan profesional di lapangan hijau dengan masalah domestik.

"Saya mendapati diri saya harus berurusan dengan hal-hal di luar sepak bola... hal-hal yang akhirnya memengaruhi konsentrasi saya," ungkap Richarlison saat wawancara bersama media Prancis, France Football.

Kini, Richarlison menyadari bahwa media sosial merupakan distraksi terbesar yang bisa mengganggu stabilitas emosional seorang atlet. Ia pun mulai mempertimbangkan serius nasihat dari seniornya di tim nasional Brasil terkait penggunaan teknologi.

Secara khusus Richarlison memuji saran bijak dari Casemiro yang memintanya untuk menjauhi platform digital selama turnamen besar berlangsung. "Dia benar... jika saya ambil bagian dalam edisi berikutnya, saya tidak akan membawa ponsel saya," ujarnya.

Jika menilik ke belakang, perjalanan pemain Tottenham ini di Piala Dunia sebenarnya sempat diwarnai momen magis. Salah satunya adalah gol salto spektakuler ke gawang Serbia yang akhirnya dinobatkan sebagai gol terbaik dalam turnamen tersebut.

Namun, pencapaian individual itu tidak mampu menutupi kekecewaan mendalam atas tersingkirnya Brasil di babak perempat final. Kekalahan menyakitkan lewat adu penalti melawan Kroasia menjadi titik balik yang mengguncang kondisi psikologisnya.

Richarlison juga membuat pengakuan jujur mengenai kegelisahan yang menyelimutinya akibat ekspektasi publik yang sangat masif. Ia merasa pengawasan ketat dari penggemar dan pemberitaan media yang tiada henti telah membuatnya merasa tidak tenang.

Kondisi fisiknya saat itu pun ternyata tidak sedang berada dalam level 100 persen saat menghadapi laga-laga krusial. Richarlison mengungkapkan fakta dirinya harus bertarung menahan rasa sakit demi tetap membela Brasil.

Richarlison mengaku tetap bermain dengan cedera paha sepanjang laga perempat final melawan Kroasia hingga akhirnya ditarik keluar pada menit ke-85. Pengorbanan fisik tersebut sayangnya belum cukup untuk membawa Brasil melaju ke babak semifinal.

Situasi kariernya di level internasional saat ini pun tengah berada dalam fase yang cukup menantang. Meskipun sukses mencetak 10 gol bagi Tottenham musim ini, namanya belum kembali muncul dalam daftar pemanggilan tim nasional.

Melalui komitmen barunya ini, Richarlison berharap bisa menemukan kembali keseimbangan mental dan menjauh dari segala tekanan eksternal. Piala Dunia 2026 menjadi harapan besarnya untuk membuktikan diri dan mengukir sejarah baru bagi karier sepak bolanya.