Dua hari lagi menuju Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Ada jarak usia 26 tahun antara kiper veteran Skotlandia, Craig Gordon dan pemain belia Meksiko, Gilberto Mora.
Piala Dunia 2026 memberikan peluang bagi para generasi emas seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Erling Haaland, Lautaro Martinez, atau Neymar untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya dalam turnamen terbesar sepak bola dunia. Di antara mereka memiliki impian dan tentunya rencana yang berbeda.
Bagi Kylian Mbappe contohnya. Piala Dunia 2026 bisa membawanya mencatat rekor sebagai salah satu pemain yang meraih dua gelar Piala Dunia. Begitu juga bagi Lautaro Martinez, salah satu penyerang andalan Argentina yang datang dengan status sebagai juara bertahan. Sementara bagi Vinicius Junior dan Neymar, keduanya adalah harapan Brasil untuk mengakhiri penantian gelar Piala Dunia sejak terakhir kali negeri mereka meraihnya pada 2002 silam.
Namun demikian, Piala Dunia 2026 ini juga memberikan peluang bagi dua generasi yaitu para veteran dan pemain belia. Piala Dunia 2026 untuk mereka yang akan pergi dan mereka yang akan datang lagi di Piala Dunia selanjutnya.
Piala Dunia tahun ini akan menjadi perpisahan bagi sebagian pemain. Mereka yang akan pergi, adalah mereka yang menjadikan Piala Dunia 2026 ini sebagai Piala Dunia terakhir seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Luka Modric, hingga Edin Dzeko.
Bagi mereka yang baru datang, Piala Dunia 2026 ini akan menjadi jejak pertama untuk menatap edisi Piala Dunia selanjutnya di 2030, 2034 dan seterusnya. Mereka adalah pemain belia seperti Gilberto Mora (Meksiko), Ibrahim Mbaye (Senegal), atau dua bintang Spanyol seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, termasuk dua pemain muda Brasil yaitu Rayan dan Endrick.
Bagi mereka yang akan pergi pula, Piala Dunia seolah menjadi puncak perjalanan terakhir. Dan dari turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini, barisan veteran ini dapat melihat kembali perjalan karier mereka yang penuh dengan begitu banyak gelar, pujian, atau keberuntungan yang tidak semua pemain bisa mendapatkannya.
Semangat mereka boleh jadi masih sangat besar setelah Piala Dunia 2026 ini. Cristiano Ronaldo contohnya, masih ada kemungkinan sang legenda Portugal ini tetap tampil di Piala Dunia 2030 nanti, Namun, waktu atau usia yang akhirnya yang akan menentukan apakah mungkin CR7 akan tetap bermain di Piala Dunia 2030.
Sementara untuk mereka yang belia seperti Gilberto Mora misalnya, dia juga beruntung karena dalam usia yang begitu muda yaitu 17 tahun, sudah mendapatkan kesempatan bermain di turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola.
Demikianlah, Piala Dunia 2026 yang dua hari lagi bergulir, akan menjadi edisi Piala Dunia yang unik karena turnamen ini mempertemukan dua generasi: veteran dan generasi masa depan. Fakta ini pula yang membuat Piala Dunia 2026 yang akan disiarkan TVRI sebagai satu-satunya pemegang hak siar di Indonesia, menjadi edisi Piala Dunia yang unik.
Untuk kategori veteran, kelompok usia yang di antaranya ada para bintang legendaris seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Luka Modric. Seperti disebutkan di atas, mereka adalah para legend yang akan menjadikan Piala Dunia 2026 ini sebagai Piala Dunia terakhir.
Dalam kategori oldest (tertua) ini pula, ada nama kiper Skotlandia, Craig Gordon. Penjaga gawang ini akan resmi tercatat sebagai pemain tertua yang ada di Piala Dunia 2026. Dalam usia 43 tahun, Craig Gordon memang lebih tua dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo, bintang Timnas Portugal yang kini berusia 41 tahun.
Lalu Lionel Messi yang pada 11 Juni nanti saat Piala Dunia 2026 ini dimulai, akan berusia 38 tahun 352 hari. Namun, Lionel Messi akan berusia 39 tahun pada 24 Juni nanti yang merupakan hari kelahirannya.
Dari data FIFA pada 3 Juni lalu, ada 20 pemain yang masuk dalam kategori tertua yang akan tampil di Piala Dunia tahun ini. Di antara barisan pemain tertua tersebut, Michael Boxall, pemain Selandia Baru merupakan "termuda" di antara yang tertua yaitu berusia 37 tahun, 297 hari pada 11 Juni. Dengan demikian, dapat dikategorikan bahwa pemain tertua, jika mengacu kepada daftar FIFA itu, adalah mereka yang berusia minimal 37 tahun +.
Sementara itu, dari barisan pemain muda, Gilberto Mora yang paling termuda. Anak kelahiran 14 Oktober 2008 ini akan berusia 17 tahun 240 hari pada 11 Juni nanti. Lalu ada gelandang kelahiran 7 Juni 2008 yang menjadi harapan Republik Ceko yaitu Hugo Souchurek (saat ini berusia 17 tahun) yang akan berusia 18 tahun 4 hari pada 11 Juni.
Jerman sempat memasukan nama Lennart Karl, pemain sayap berusia 18 tahun. Namun, bintang muda Bayern Munchen ini mengalami cedera di laga lawan Finlandia. Pada laga tersebut, Lennart Karl memberikan asis bagi terciptanya gol Deniz Undav dalam kemenangan 4-0.
Namun, Lennart Karl tidak beruntung karena di laga tersebut dia mengalami cedera. Pelatih Julian Nagelsmann pun akhirnya mencoret namanya dari daftar 26 pemain dan menggantikannya dengan Assan Ouedraogo, pemain RB Leipzig berusia 20 tahun.
Antara Craig Gordon pemain tertua dan Gilberto Mora yang merupakan pemain termuda, ada jarak usia mencapai 26 tahun di antara keduanya. Apakah kedua pemain ini berpeluang bertemu dalam sebuah laga? Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Namun tidak di fase grup.
Skotlandia ada di Grup C, satu grup dengan Brasil, Maroko, atau Haiti. Sedangkan Meksiko ada di Grup A bersama Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko. Di sisi lain, kemungkinan tersebut bisa terjadi jika memang masing-masing pelatih memberikan kesempatan kepada kedua pemain ini turun jika dua tim ini memang bertemu.
Salah satu kemungkinan itu dapat terjadi di 32 besar. Yaitu jika Meksiko juara Grup A sedangkan Skotlandia peringkat ketiga terbaik dari Grup C. Atau di 16 besar setelah Meksiko berstatus runner-up menang di 32 besar dan Skotlandia runner-up Grup C menang di 32 besar pula. Keduanya akan bertemu di 16 besar.
Namun demikian, Skotlandia yang satu grup dengan Brasil, memberikan peluang bagi Craig Gordon yang berusia 43 tahun menghadapi Endrick dan Rayan, dua pemain muda Brasil yang masing-masing akan berusia 19 tahun + pada 11 Juni nanti.
Daftar Pemain Tertua di Piala Dunia 2026:
1. Craig Gordon (Skotlandia): 43 tahun, 162 hari
2. Cristiano Ronaldo (Portugal): 41 tahun, 126 hari
3. Guillermo Ochoa (Meksiko): 40 tahun, 333 hari
4. Luka Modric (Kroasia): 40 tahun, 275 hari
5. Edin Dzeko (Bosnia dan Herzegovina): 40 tahun, 86 hari
6. Manuel Neuer (Jerman): 40 tahun, 76 hari
7. Vozinha (Tanjung Hijau): 40 tahun, 8 hari
8. Fernando Muslera (Uruguai): 39 tahun, 360 hari
9. Yuto Nagatomo (Jepang): 39 tahun, 272 hari
10. Hernan Galindez (Ekuador): 39 tahun, 73 hari
11. Mahdy Soliman (Mesir): 39 tahun, 3 hari
12. Lionel Messi (Argentina): 38 tahun, 352 hari
13. Tim Ream (Amerika Serikat): 38 tahun, 249 hari
14. Weverton (Brasil): 38 tahun, 180 hari
15. Alberto Quintero (Panama): 38 tahun, 175 hari
16. Johny Placide (Haiti): 38 tahun, 133 hari
17. Nicolas Otamendi (Argentina): 38 tahun, 119 hari
18. Gatito Fernandez (Paraguai): 38 tahun, 74 hari
19. Stopira (Tanjung Hijau): 38 tahun, 22 hari
20. Michael Boxall (Selandia Baru): 37 tahun, 297 hari
Daftar Pemain Termuda di Piala Dunia 2026:
1. Gilberto Mora (Meksiko): 17 tahun, 240 hari
2. Hugo Sochurek (Rep. Ceko): 18 tahun, 4 hari
3. Ibrahim Mbaye (Senegal): 18 tahun, 138 hari
4. Hamza Abdelkarim (Mesir): 18 tahun, 161 hari
5. Bara Sapoko Ndiaye (Senegal): 18 tahun, 162
6. Mladen Jurkas (Bosnia dan Herzegovina): 18 tahun, 247 hari)
7. Ayyoub Bouaddi (Maroko): 18 tahun, 252 hari)
8. Kerim Alajbegovic (Bosnia dan Herzegovina): 18 tahun, 263 hari
9. Rayan Elloumi (Tunisia): 18 tahun, 267 hari
10. Lucas Herrington (Australia): 18 tahun, 279 hari
11. Behruzjon Karimov (Uzbekistan): 18 tahun, 308 hari
12. Lamine Yamal (Spanyol): 18 tahun, 333 hari
13. Kendry Paez (Ekuador): 19 tahun, 38 hari
14. Tyler Fletcher (Skotlandia): 19 tahun, 84 hari
15. Luka Vuskovic (Kroasia): 19 tahun, 107 hari
16. Pau Cubarsi (Spanyol): 19 tahun, 140 hari
17. Yan Diomande (Pantai Gading): 19 tahun, 209 hari
18. Rayan (Brasil): 19 tahun, 312 hari
19. Endrick (Brasil): 19 tahun, 325 hari
Generasi Emas
Di antara dua generasi tersebut dapat ditempatkan satu generasi lainnya, yaitu "generasi emas". Bahkan, generasi emas ini yang menjadi salah satu faktor terbesar untuk menantikan Piala Dunia 2026.
Generasi emas tersebut dapat dengan mudah disebutkan yaitu Kylian Mbappe, Erling Haaland, Martin Odegaard, Jude Bellingham, Pedri, Rodri, Thibaut Courtois, William Saliba, Christian Pulisic, Theo Hernandez, Achraf Hakimi, Vinicius Junior, Raphinha, Harry Kane, Michael Olise, Declan Rice, Ousmane Dembele, atau Kevin De Bruyne, Neymar, dan daftarnya akan sangat panjang tentunya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi momen bagi mereka. Bagi Erling Haaland, Piala Dunia ini akan menjadi pengalaman pertama dalam kariernya. Penyerang asal Norwegia ini mungkin tidak akan terlalu besar berharap bisa meraih gelar Piala Dunia.
Ya, turnamen ini bukanlah sekadar tentang satu pemain bintang. Erling Haaland adalah mesin gol namun dia berada di Timnas Norwegia, tim yang di atas kertas realitasnya tidaklah diunggulkan juara. Jika pun mungkin, itu adalah sebuah keajaiban atau pencapaian yang sangat luar biasa.
Terkait generasi emas, dapat diambil satu atau dua pemain dari generasi pemain masa depan yaitu Lamine Yamal. Meski usianya baru 17 tahun, Lamine Yamal pantas dikategorikan sebagai generasi emas karena perjalanan karier, rapor, serta statistik baik di level klub maupun di timnas.
Ini pula yang membedakan antara Lamine Yamal dan Erling Haaland. Lamine Yamal dengan semua kelebihannya sebagai pemain, baik itu teknik maupun pengalaman, jauh lebih besar peluangnya meraih gelar Piala Dunia dibandingkan dengan Erling Haaland. Karena Lamine Yamal bersama Timnas Spanyol.