TVRINews – Ottawa, Kanada

Situasi keamanan yang belum menentu di Meksiko membuat masyarakat menyarankan agar Kanada menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia 2026.  

Tewasnya pemimpin kartel narkotika Nemesio “El Mencho” Oseguera pada Minggu (22/2/2026) lalu telah mengguncang Meksiko. Oseguera, bos Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG) atau Jalisco New Generation Cartel, kartel paling berpengaruh di Meksiko, tewas dalam penggerebekan yang dilakukan aparat keamanan setempat di sebuah area peternakan di Guadalajara, salah satu dari tiga kota di Meksiko yang akan menggelar Piala Dunia 2026.

Kendati insiden yang menewaskan tidak kurang dari 74 orang, termasuk Oseguera, tersebut terjadi di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, para anggota kartel yang masih ada dikabarkan sempat memblokir jalan-jalan di 20 dari 32 negara bagian Meksiko. 

Seperti diketahui, Meksiko bersama Amerika Serikat (AS) dan Kanada akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 mulai 11 Juni sampai 19 Juli mendatang. 

Pun begitu, meningkatnya eksklalasi tindak kekerasan di Meksiko dalam beberapa hari terakhir serta antisipasi berlebihan dari otoritas keamanan AS terhadap calon penonton Piala Dunia dan meningkatnya angka kriminalitas, membuat banyak pihak meragukan kesiapan kedua negara tersebut untuk menjadi tuan rumah. 

Alhasil, dorongan agar Kanada menjadi satu-satunya tuan rumah Piala Dunia 2026 semakin meningkat setelah insiden soal kartel di Meksiko mencuat, termasuk bentrokan kartel di pusat-pusat wisata seperti yang terjadi di Puerto Vallarta, sebuah resor di pantai barat Meksiko di negara bagian Jalisco. 

Sejumlah permintaan resmi dari berbagai organisasi, para sponsor besar, dan konsulat negara, terkait permohonan Piala Dunia 2026 hanya digelar di Kanada, kian bertambah banyak dalam beberapa hari terakhir. 

Sangat Sulit Diwujudkan

Baik Presiden FIFA Gianni Infantino maupun Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sudah menjamin tidak ada risiko bagi penggemar Piala Dunia yang akan datang menyaksikan langsung seraya mengatakan situasinya secara bertahap kembali normal.

Selain itu, faktanya sampai berita ini diturunkan, tidak ada pengumuman resmi terkait perubahan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu masih akan berlangsung di 16 kota di tiga negara, yakni AS, Kanada, dan Meksiko. 

Kanada sendiri masih tetap “dijatah” hanya dua kota, yakni Toronto dan Vancouver. Kedua kota tersebut diketahui sudah bersiap dengan perbaikan sejumlah infrastruktur utama dan venue masih terus berlangsung.

Terlepas dari spekulasi ini, FIFA dan pejabat setempat belum mengumumkan perubahan apa pun pada rencana awal, yang menetapkan Toronto dan Vancouver sebagai kota tuan rumah untuk 13 dari 104 pertandingan. 

AS dengan 11 kota penyelenggara, akan menggelar 78 pertandingan Piala Dunia 2026. Sama seperti Kanada, walaupun Meksiko menyediakan tiga kota, mereka juga akan menyajikan 13 pertandingan.   

Memindahkan seluruh turnamen yang terdiri dari 48 tim dan 104 pertandingan ke Kanada saja akan menghadirkan tantangan logistik, infrastruktur, dan kapasitas yang sangat besar, karena rencana saat ini sangat bergantung pada 16 stadion di ketiga negara tersebut. 

Yang pasti, memindahkan seluruh turnamen ke Kanada akan membutuhkan perombakan logistik besar-besaran dan itu akan sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi, turnamen akan dimulai 106 hari lagi.