TVRINews – Toronto, Kanada

Deniz Undav membuktikan dirinya sebagai pemain kunci bagi Tim Nasional Jerman di Piala Dunia 2026.

Dua gol yang dicetak Deniz Undav dalam kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading pada Sabtu (20/06/2026) petang di Toronto Stadium, Kanada, kembali menegaskan betapa pentingnya peran sang striker bagi Tim Nasional Jerman. 

Berkat dua golnya itu, Undav membantu Die Mannschaft ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak kampanye kemenangan mereka pada tahun 2014.

Dengan tiga gol dan dua assist, Undav telah terlibat dalam lima gol dalam dua penampilan sebagai pemain pengganti – jumlah terbanyak yang pernah dicapai oleh pemain pengganti di Piala Dunia sejak rekor dicatat mulai 1966 (menyamai Roger Milla dari Kamerun pada tahun 1990).

Namun, posisi pemain berusia 29 tahun itu di skuad Piala Dunia Jerman jauh dari pasti setelah perselisihan publik dengan Nagelsmann menyusul gol penentu kemenangan di menit-menit terakhir sebagai pemain pengganti melawan Gana pada bulan Maret.

Saat itu Undav bicara secara terbuka tentang ambisinya untuk memperebutkan peran sebagai pemain inti di Timnas Jerman. Pelatih Julian Nagelsmann menanggapinya dengan memperingatkan bahwa ia memberikan tekanan yang tidak perlu pada dirinya sendiri dengan komentar-komentar tersebut.

Nagelsmann menyatakan bahwa Undav tidak akan mencetak gol jika bermain sejak awal, sebelum kemudian meminta maaf kepada sang penyerang terkait pernyataannya.

Sejak itu Undav telah membuktikan kemampuannya melalui permainan sepak bolanya - dengan cara yang luar biasa. 

Kini, setelah tampil luar biasa dalam dua laga awal Jerman hingga statistik karier internasionalnya menjadi sembilan gol dalam 11 pertandingan, Undav berpeluang besar untuk menjadi starter di Piala Dunia 2026.

Diremehkan Klub dan Bekerja di Pabrik demi Uang untuk Hidup

Dengan dua golnya melawan Pantai Gading, Undav menjadi pemain Jerman pertama yang mencetak gol dalam dua penampilan pertamanya di Piala Dunia sejak Miroslav Klose melakukannya pada tahun 2002 di Korea-Jepang.

Ini tentu pencapaian luar biasa yang bagi Undav dulu sekadar turun di Piala Dunia saja masih menjadi mimpi. Apalagi, ia pernah ditolak klub SV Werder Bremen pada usia 14 tahun.

Pada usia 17 tahun, Undav menjadi pemain semi-profesional di sebuah klub divisi keempat Jerman dan dibayar 120 poundsterling per pekan. Selain itu ia juga bekerja di sebuah pabrik. 

“Saat Werder memberi tahu saya pada usia 14 tahun bahwa saya tidak memiliki masa depan bersama mereka karena saya terlalu kecil, itu menghancurkan hati saya,” ujar Undav kepada media Belgia, 7sur7

“Tetapi saya tidak kehilangan harapan. Saya meninggalkan rumah pada usia 17 tahun untuk bergabung dengan Havelse di divisi keempat Jerman. Saya menggabungkan bermain dan berlatih dengan bekerja penuh, delapan jam sehari, mengoperasikan mesin laser di sebuah pabrik. 

“Saya harus bangun sekitar pukul 4 pagi, pergi ke pabrik, lalu pergi berlatih dan pulang sekitar pukul 8 malam, dan mengulanginya lagi keesokan harinya.

“Saya harus melakukan pekerjaan itu untuk mendapatkan uang untuk hidup karena saya tidak bisa bertahan hidup hanya dengan uang dari sepak bola.”

Undav lantas pindah ke klub divisi kedua Belgia, Union Saint-Gilloise, pada tahun 2020, membantu mereka meraih promosi pada tahun berikutnya dan kemudian mencetak 25 gol di liga utama - yang membawanya pindah ke Inggris untuk bergabung dengan Brighton & Hove Albion.

Namun setelah hanya mencetak lima gol dalam 22 penampilan di Liga Primer pada musim 2022-2023, ia dipinjamkan ke VfB Stuttgart yang kemudian mengontraknya secara permanen pada tahun 2024.

Undav mencetak 19 gol di Bundesliga pada musim 2025-2026 – finis di urutan kedua di belakang Harry Kane (FC Bayern Munchen) dalam daftar pencetak gol terbanyak – untuk mendapatkan tempatnya di Piala Dunia.

Sampai laga melawan Pantai Gading, Nagelsmann masih mencadangkan Deniz Undav dan lebih memilih Kai Havertz sebagai striker starting XI. 

Namun dengan torehan impresif Undav di dua pertandingan – 3 gol plus 2 assist – rasanya Nagelsmann bakal dikecam habis-habisan jika masih mencadangkan Undav mulai laga terakhir Grup E melawan Ekuador pada Jumat (26/06/2026) dini hari WIB nanti.