Andy Robertson dan Diogo Jota, tidak bisa tampil bersama di Piala Dunia 2026 secara fisik. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Edinburgh, Skotlandia
Rute Cardoso meminta Andy Roberston untuk menjalani impiannya bersama almarhum suaminya, Diogo Jota, di Piala Dunia 2026.
Persahabatan Andy Robertson dan Diogo Jota terajut erat di Liverpool. Namun, relasi hangat itu berlanjut setelah mereka tidak lagi bermain bersama, setelah Jota meninggal dunia hampir setahun silam.
Piala Dunia 2026 semestinya menjadi arena yang mereka ikuti bersama tim nasional masing-masing. Kecelakaan yang merenggut nyawa Jota dan adiknya, Andre Silva, membuat impian bersama yang mereka wujudkan menjadi tidak sempurna.
Jota, berusia 28 tahun saat insiden maut itu, dan Robertson membicarakan impian mereka tampil di putaran final saat berlatih bersama di Piala Dunia 2022. Namun, Jota gagal mencicipi turnamen akbar global itu membela Portugal karena cedera.
Andy Robertson menyebut serta nama Jota segera setelah membawa Skotlandia lolos ke Piala Dunia 2026. Sang bek kiri mengungkapkan bahwa dirinya memikirkan Jota sepanjang laga kontra Denmark yang memastikan tempat di Amerika Utara. Saat rekan-rekannya bergembira merayakan keberhasilan Skotlandia lolos lagi setelah 1998, Robertson mengutarakan kesedihannya karena Jota tidak bisa turut ke Piala Dunia 2026.
Gestur itu menyentuh istri Diogo Jota, Rute Cardoso. Ibu dari tiga anak Jota itu menuangkan emosinya melalui sepucuk surat untuk Andy Robertson.
"Saya menulis untuk Anda dengan hati penuh kerinduan, rasa syukur, dan di atas segalanya, kebanggaan. Diogo bicara banyak tentang Anda. Tentang persahabatan yang Anda bangun, pertarungan yang kalian jalani bersama, tantangan, tawa, percakapan soal sepak bola... dan tentang mimpi.
"Piala Dunia adalah salah satu impian itu, impian yang kalian pelihara, berdampingan, dengan hasrat yang sama seperti yang Anda perlihatkan di lapangan," tulis Rute yang secara resmi menikah dengan Jota beberapa hari sebelum kepergian Jota.
Rute Cardoso tersentuh dengan komentar kapten Skotlandia itu setelah The Tartan Army memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Kesuksesan itu hadir empat bulan setelah mangkatnya Jota.
"Ketika saya mendengar perkataan Anda dan meresapi apa Anda rasakan di hari Skotlandia lolos ke Piala Dunia, setelah sekian lama menanti, saya menyadari bahwa Diogo tidak pernah sungguh-sungguh meninggalkan lapangan.
"Dengan mencapai momen itu dan memastikan tempat di Piala Dunia, Anda takkan pergi sendirian. Anda akan membawa mimpinya bersama Anda. Dan ketika menapakkan kaki ke lapangan, saya tahu itu bukan hanya Anda yang melangkah. Diogo akan bersama Anda dalam pikiran, langkah, dan hati Anda.
"Jadi, hari ini, saya ingin berterima kasih kepada Anda. Terima kasih karena tidak melupakannya. Terima kasih untuk membawanya bersama Anda. Terima kasih untuk mengubah sakitnya kehilangan menjadi kekuatan dan menjadi sesuatu yang sedemikian indah.
"Itulah yang kami lakukan pula di sini, di rumah. Ia akan, dan sedang, sangat bangga kepada Anda. Nikmati impian itu, Andy. Jalani untuk diri Anda dan untuknya."
Menyertai Laga
Direkam FIFA, Andy Robertson membaca surat Rute Cardoso tersebut. Eks bek kiri Hull City yang akan bermain untuk Tottenham musim depan ini berterima kasih kepada nyonya almarhum Jota untuk surat mengharukan tersebut.
"Jelas luar biasa Rute meluangkan waktu, setelah apa yang harus ia lalui, untuk menulis surat buat saya. Namun, surat ini hanya menyimpulkan persona macam apa dirinya. Syukurlah, saya bisa mengenalnya dan tahu waktu-waktu hebat mereka. Surat ini akan tinggal dalam hati saya untuk waktu yang sangat lama," ucap Robertson seperti dikutip dari Irish Independent.
"Saya akan membawanya dalam hati saya, dan saya tahu ia akan menyertai saya di laga pertama, kedua, ketiga, dan semoga setelahnya. Ia senantiasa berada di sana.
"Kenangan selalu merupakan sesuatu yang kita utarakan, dan kadang kala disertai tawa, kadang kala tangisan. Tidak akan berbeda, terutama di turnamen yang penuh emosi. Saya tahu ia akan berada dalam di sisi saya. Saya tidak akan bermain untuk diri sendiri. Saya bermain untuk kami berdua," tutup Robertson.