TVRINews - Paris, Prancis

Jika Deschamps meniru cara Real Madrid menempatkan Mbappe, Petit khawatir keharmonisan ruang ganti Les Bleus akan hancur.

Legenda sepak bola Prancis, Emmanuel Petit, meyakini negaranya memiliki kapasitas besar untuk menjuarai Piala Dunia 2026 mendatang. Namun, mantan gelandang Arsenal tersebut memberikan peringatan keras bahwa ego besar Kylian Mbappe berpotensi memicu masalah serius di internal skuad asuhan Didier Deschamps.

Mbappe diakui secara luas sebagai salah satu pesepak bola terbaik di dunia saat ini dengan rekam jejak yang fenomenal di ajang empat tahunan tersebut. Ia sukses mencetak gol dalam kemenangan final 2018 dan bahkan mengemas tiga gol saat Prancis kalah melalui adu penalti melawan Argentina di Qatar 2022.

Meski demikian, Petit menyimpan kekhawatiran mendalam mengenai posisi bermain dan peran strategis bintang Real Madrid tersebut dalam komposisi tim saat ini. Juara Piala Dunia 1998 itu menegaskan Mbappe harus dikembalikan ke sektor kiri penyerangan demi menjaga keseimbangan permainan Prancis.

Petit menyarankan agar Mbappe ditempatkan melebar di sisi sayap daripada dipaksakan menjadi ujung tombak di lini depan. Dalam skema idealnya, peran penyerang tengah sebaiknya diberikan kepada Ousmane Dembele dengan dukungan Michael Olise yang beroperasi di sayap kanan.

"Mbappe bermain di depan sebagai striker. Dembele bermain di depan sebagai striker. Tanyakan kepada Didier Deschamps, manajer Prancis, 'Siapa yang akan bermain?'" tanya Petit dikutip dari The Sun.

"Jika saya adalah Didier Deschamps, bagi saya itu sangat sederhana. Minta Kylian Mbappe bermain di sisi kiri, sebagaimana ia tampil brilian selama bertahun-tahun bersama Paris Saint-Germain," Petit melanjutkan.

Eksperimen taktik ini diharapkan mampu membuka ruang bagi pemain berbakat lainnya untuk tampil lebih maksimal di posisinya masing-masing. "Minta Dembele bermain di depan sebagai striker, dan saya minta Olise bermain sebagai pemain sayap kanan," ucapnya.

Petit percaya penuh kunci kejayaan Prancis sangat bergantung pada ketegasan Deschamps dalam menempatkan pemain sesuai dengan habitat aslinya. "Jika Anda melakukan hal seperti itu, saya yakin Prancis akan memenangkan Piala Dunia," klaimnya dengan penuh rasa percaya diri tinggi.

Namun, Petit juga memberikan peringatan tentang risiko kegagalan jika Deschamps tetap memaksakan taktik yang dianggap tidak efektif seperti di level klub. Peran Mbappe di Real Madrid kurang maksimal karena bermain bukan di posisi aslinya.

Ancaman perpecahan internal di ruang ganti menjadi kekhawatiran utama yang bisa merusak harmoni tim di tengah kompetisi yang sangat ketat. "Ego di ruang ganti akan muncul, dan masalah akan mulai bermunculan di dalam tim," ungkap Petit menutup analisis tajamnya tersebut.

Sejauh ini, Prancis telah mengoleksi dua gelar juara dunia yang diraih pada 1998 dan 2018 di bawah kepemimpinan kapten yang berbeda. Les Bleus kembali dijagokan sebagai salah satu kandidat kuat pemenang dalam turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada

Langkah Prancis di fase Grup I akan menghadapi Senegal, Norwegia, dan Irak. Publik berharap tim ini tidak mengulangi tragedi 2002 saat mereka secara mengejutkan kalah dari Senegal di laga pembuka dan langsung tersingkir.